Tampilkan postingan dengan label Wisata Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

GUNUNG BROMO - PANANJAKAN - PROBOLINGGO - JAWA TIMUR

Perjalanan ke Bromo di mulai dari JAKARTA-SURABAYA-GEMPOL (yang sudah diceritakan di posting sebelumnya), sekarang saatnya kita tengok wisata di GUNUNG BROMO ini.
25 Maret 2009 kita berangkat dari Mess temen di Gempol untuk wisata ke bromo, agar dapat sunrise nya (melihat matahari terbit) jadi kita rencana dari gempol tengah malam, karena jarak yang akan di tempuh kira-kira kurang lebih 3 jam.
Tepat pukul 12 malam kita menuju ke bromo sebelumnya sempat berhenti di toko untuk membeli perbekalan makanan. Kali ini dapat kesempatan kita nggak perlu naik bus dari surabaya karena dapat pinjaman mobil jadi kita modal bensin aja, jadi pengeluaran bisa jauh lebih di tekan. Dan lagi2 ada kawan yang bersedia nyupirin ;p
Dalam perjalanan menuju gunung bromo bener-bener perjalanan yang sangat nyaman, karena jalan yang kita lalui itu jalan antar propinsi jadinya jalanan mulus ditambah jalan tengah malam jadi jarang mobil yang lewat. Ketika sudah memasuki kawasan bromo baru kita mulai perjalanan yang tadi dianggap mulus sekarang masuk tahap mengerikan, tapi masih tetap tenang karena "driver" kita sudah berpengalaman, karena di malam hari kami tidak dapat melihat sekeliling , jarak pandang hanya sebatas lampu mobil.
Setelah sampai di kawasan pegunungan tengger ini tepatnya di tempat parkir (dimana biasa mobil berhenti disini) kami tidak dapat melanjutkan lagi dengan mobil kami , harus berhenti di parkir dan menyewa hardtop, saat itu kira-kira pukul 3 sampai di bromo. Jadi kami putuskan sementara untuk tidak langsung naik menyewa hardtop mau tidur dulu kasian “supir” kita .. maksudnya kawan kita semalaman belum istirahat hanya membawa mobil saja.
Tapi ketika pertama kali datang para supir maupun calo hardtop sudah menghampiri kami langsung, mereka langsung bilang “sekarang aja pesannya nanti naiknya tidak apa” ... jadilah kami langsung pesan dulu. Biaya untuk naik hardtop Rp. 250.000,.
Udara saat itu bener2 dingin suhu di daerah ini bisa mencapai 10 derajat celcius bahkan bisa sampai 0 derajat celcius kalo pagi ketika pintu mobil di buka angin dingin langsung terasa masuk ke dalam mobil “bener2 dingin” ada beberapa orang yang mendekati mobil dan menawarkan untuk membeli barang2 mereka seperti ada sarung tangan, topi dan lain-lain. Oleh karena itu sebaiknya apabila kita ingin pergi kesana, kita mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila Anda melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya seperti keadaan saat ini.
Setelah jam 3 kami akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak bromo.
Sewa hard top (sejenis jeep) dari Cemoro Sewu ke Kawah Bromo dan Penanjakan round trip
Dari PANANJAKAN kita dapat melihat sunrise (matahari terbit), pananjakan ini merupakan puncak gunung tertinggi di kawasan ini. Untuk sampai ke pananjakan agak sulit karena jalan sempit dan banyak tikungan tajam, oleh karena itu kami memilih hardtop sebagai pilihan untuk mencapai tempat ini. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.
Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat.
Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini

KAWAH DAN LAUTAN PASIR BROMO
Selesai menyaksikan matahari terbit,kami kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari membuat kami dapat melihat pemandangan sekitar. Ternyata kami melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.
Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, kami memutuskan untuk naik kuda ... karena rencana kami mau nyisain tenaga soalnya malam ini juga langsung mau cabut ke Bali rencananya.sewa kuda PP harga Rp 50.000,- atau bila ada yang merasa kuat, jalan kaki juga bisa kok. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.
Sekarang, kami harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 (tepatnya 249 .. gw ngitung nih) anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, kami melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. kami juga melihat kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.

Ini sekedar informasi untuk teman2 semua.
Rute Perjalanan Ke Gunung Bromo :

1. MALANG KE GUNUNG BROMO

2. PASURUAN – PURWODADI – GUNUNG BROMO
3. PASURUAN – WARUNG DOWO – GUNUNG BROMO
4. PROBOLINGGO – TONGAS – GUNUNG BROMO
5. LUMAJANG KE GUNUNG BROMO

Berikut juga mau berbagai cerita dari blog teman yang nulis tentang :
Legenda Masyarakat :
Menurut legenda dijelaskan tentang asal usul Suku Tengger ini. Dahulu di pulau Jawa di perintah oleh Raja Brawijaya dari Majapahit yang mempunyai anak perempuan bernama Rara Anteng yang menikah dengan Joko Seger, keturunan Brahmana. Ketika terjadi pergolakan di pulau Jawa, sebagian masyarakat yang setia pada agama Hindu melarikan diri ke pulau Bali. Sebagian lainnya menarik diri dari dunia keramaian dan bermukim di sebuah dataran tinggi di kaki Gunung Bromo, dipimpin oleh Roro Anteng dan Joko Seger, jadilah mereka suku Tengger, kependekan dari AnTeng dan SeGer.

Komplek Pegunungan :
Gunung Bromo termasuk bagian salah satu gunung yang berada di Komplek Pegunungan Tengger. Pada hamparan pasir yang sangat luas (Laut Pasir) dengan gunung-gunung di tengahnya yaitu: G. Bromo (2.392 m dpl), G. Batok ( 2.440 m dpl), G. Widodaren (2.614 m dpl), G. Watangan (2.601 m dpl) dan G. kursi (2.581 m dpl). Dinding kaldera yang mengelilingi laut pasir sangat terjal dengan kemiringan ±60-80 derajat dan tinggi berkisar antara 200-600 meter. Di keliling kaldera Tengger terdapat beberapa gunung diantaranya adalah G. Penanjakan (2.770 m dpl.), G. Cemorolawang, G. Lingker (2.278m dpl.), G. Pundak Lembu (2.635 m dpl.), G Jantur (2.705 m dpl.),G.Ider-ider (2.527 m dpl.) serta G.Mungal (2.480 m dpl.). Sedangkan pada Komplek Pegunungan Jambangan terdapat G. Lanang (2.313 m dpl), G Ayek-ayek (2.819 m dpl), G. Panggonan Cilik (2.883 m dpl), G Keduwung (2.334 m dpl), G Jambangan (3.020 m dpl), G Widodaren (2.000 m dpl), G Kepolo (3.035 m dpl), G Malang (2.401 m dpl), dan G Semeru (3.676 m dpl).

Selama abad ke-20, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2004.
Sejarah letusan Bromo: 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1040, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.

Pulang dari gunung bromo pukul 09.00 ... udaranya seger bangat ... nggak nyesel jalan-jalan kesini yang pasti nya ... yuxx mari

Ringkasan Biaya Trip :
1. Biaya Bensin Rp. 200.000,. @ 50.000,.
2. Hard Top (termasuk biaya masuk) Rp. 250.000,. @62.500,.
3. Biaya Naik Kuda Rp. 30.000,.
Total @ 150rb-an
Happy Vacation ...
Bisa di baca juga di ..

CU ... di Wisata berikutnya

[+/-] Selengkapnya...

KELILING JAWA TIMUR - SURABAYA - PASURUAN - GEMPOL - PROBOLINGGO

Dah lama perjalanan nya nyaris ngerasa basi menceritakannya, tapi kalo nggak di ceritakan nanti malah lupa nanti .
Tepatnya tanggal 25 Maret 2009 kemarin sempet ke surabaya - bromo - bali dan sekarang mau cerita tentang Surabaya.

Hari itu masih harus kerja karena belum libur .... penerbangan ke surabaya pukul 18.40, itu artinya harus keluar dari kantor jam 4 sore (terpaksa harus ijin dengan bos, dan untung di ijinin), keberuntungan berikutnya adalah ada teman kantor yang juga akan pergi ke bandara ... heheheh jadilah kita pada nebeng untuk sampai bandara (lumayan irit ongkos taksi), ditengah perjalanan tiba2 ada yang minta mau ngikut soalnya habis di tinggal temen nya jalan2 juga, dia nggak bisa ikut karena ketinggalan pesawat, jadi kita bilang nyusul aja.

Karena agak macet menuju bandara kita baru sampai sekitar jam 6. Kita naik citilink dapat harga Rp. 375.000 (sebenarnya satu hari sebelumnya, tepatnya malam hari harga masih 280 tapi karena ada orang yang gak langsung booking-in jadilah besoknya dah naik 50rb per orang)

Setelah menempuh perjalanan kira-kira 1,5 jam akhirnya sampai di Surabaya - Bandara Juanda tepatnya pukul Jam 20.00 malam, sampai disini langsung telepon supir (upssss .. maksudnya temen yang ada di Surabaya) untuk mintol jemput, dan ternyata nggak berapa lama dia dah ada di tempat ...(ckckck supir yang baik ... pissss ndut). Sesampai disana sempet potret2 nggak jelas untuk menandakan dah pindah tanah, baru 1,5 jam yang lalu di jakarta sekarang dah di surabaya.

Perjalanan pertama langsung menuju tempat makan, langsung deh dia ajak kita pada nyoba makanan sini (kata nya asli surabaya dan cuma ada di “tempat ini”), dan ternyata itu kumpulan rumah makan letaknya tepat di pinggir jalan jadi mudah untuk di jangkau ...

1. Makan KUPANG, letaknya di daerah Sidoarjo (depan Japfa, Comfeed)
Makanan ini pertama kali sampai di depan mata gw agak ngeri karena menurut gw itu binatang soalnya ada matanya (tapi menurut yang lain itu nama sayur kupang, jadi bukan hewan), tapi akhirnya gak berhasil gw habisin juga karena agak geli tapi yang lain berhasil makan.
Harga makanan Kupang ini Rp. 8.000,. (dah termasuk Jeruk Hangat) – Murah kan ...
Setelah habis bayar baru tanya ini jenis makanan apa , dan taraaaaaa ternyata bener kupang itu nama ikan yang kecil-kecil bangat dan halus, jenis ikan ini cuma ada di laut (jadi agak susah ngambilnya), dan bener apa yang gw bilang itu yang hitam-hitam adalah mata ikan ... huhuhuuhuhu mengerikan.
Tapi overall .. okeh bangat dan seneng bisa merasakan masakan asli disni.

2. PORONG - LAPINDO
Sempet lewatin daerah porong yang sekarang ini terkenal dengan lumpur lapindo nya (macet bangat pas lewat sini), mungkin pas ketemu sama macet nya kali yah, karena hujan sih setelah sampai sini (sempat khawatir gimana nanti kalo pas ke gunung bromo hujan).
Setelah di lihat ternyata sepanjang jalan yang telah di tinggikan itu (dibuat tanggul) sudah dibuat tangga2 untuk tempat melihat lumpur lapindo tersebut dan daerah ini udah jadi seperti obyek wisata (ada tempat duduknya, tempat parkir) dan tentu saja ada kotak untuk minta sumbangannya.

3. GEMPOL
Dan akhirnya sampai di tujuan nih tempat numpang nginep gratis “di mess nya temen kita yang bersedia menyupiri kita ;p” , karena acara selanjutnya adalah menuju gunung bromo (yang akan di ceritakan lagi ditempat yang berbeda), jadi kita langsung skip ke cerita selanjutnya pas nyampe lagi disurabaya dari gunung bromo .. yang pasti dari gempol kita berangkat jam 12 menuju Gunung Bromo.


4. RAWON GULING – DAERAH NGULING PROBOLINGGO
Setelah perjalanan Panjang ke Gunung Bromo dimana kita ganti supir ... hahahha, karena teman kita yang disupirin sekarang dah jadi mandor didepan jadinya dia tidur selama perjalanan. Yang dibelakang tetep santai tidur dan ngemil disepanjang perjalanan.

Gak terasa dah jam 9 pagi mau sarapan, mampir dulu di restoran yang cukup terkenal sih, buktinya dah pernah masuk koran kompas berikut cuplikannya :
“Rawon adalah masakan khas Jawa Timur yang bumbu utamanya adalah kluwek. Dalam bahasa Betawi, kluwek disebut pucung. Rawon disajikan dengan sambal cabe, irisan bawang, serta tauge. Rasanya yang gurih membuat banyak orang ketagihan masakan ini.

Maka, tak heran bisnis makanan dengan menu rawon mendatangkan untung lumayan. Salah satu yang sudah punya nama melegenda adalah Rumah Makan Rawon Nguling di perbatasan Pasuruan dan Probolinggo. Kini, Rawon Nguling juga sudah bisa dinikmati di beberapa kota.

Berawal pada 1940, dari sebuah kedai kecil yang semula hanya melayani para petani setempat, kini gerai Rawon Nguling sudah menyebar di banyak daerah. Sebut saja Surabaya, Sidoarjo, Malang, Pandaan, dan Jakarta.

Saat ini, Rawon Nguling memiliki delapan gerai yang dikelola langsung generasi penerus Mbah Karyorejo, perintis Rawon Nguling. Pemilik Rawon Guling ingin gerainya kian menyebar ke lebih banyak tempat. Makanya sejak pertengahan 2008, mereka menawarkan lisensi merek.” (kompas, 25 Februari 2009)


Ini makanannya ... padahal keliatan sedikit tapi tetep enak sih, tapi menurut pendapat pribadi lauknya dikit bangat ;p, dan harganya lumayan. Kita makan berempat habis Rp. 73.000,. berarti per orang Rp. 18.250 –an (dah termasuk gorengan yang kita makan).
Range Harga nya Rp. 15.000,. – Rp. 22.000,.

5. STASIUN KA PASURUAN

Dalam perjalanan langsung ke stasiun Pasuruan untuk liat tiket kereta karena hari ini berencana untuk langsung nyebrang ke bali maunya naik kereta jadi coba ke stasiun terdekat untuk beli tiket, (kenapa hari ini? untuk menghindari hari raya nyepi karena bali pada hari ini di tutup jadi nggak ada kapal yang nyebrang ke bali, jadi kita berencana untuk pergi malam sehingga sampai di pelabuhan di pagi hari dan ngarep tuh pelabuhan dah di buka).
Tapi apa daya ternyata tiket kereta dah habis (mungkin karena hari libur jadi banyak yg mau ke bali ;p)
Harga tiket kereta api dari Surabaya ke Bali Rp. 150.000,. (termasuk murah karena ini untuk jenis eksekutif loh).

Setelah tidak dapat tiket akhirnya mikir nanti malam mau nyoba beli tiket bus aja, jadi next destination balik lagi ke Mess, nyampe di mess langsung pada istirahat walau ada insiden kepanasan karena nggak ada kipas (beli dong ndut ;p)

6. AYAM BAKAR / GORENG PAK SOLEH di Daerah PANDAAN
Setelah istirahat sore, kita putuskan untuk ke kota ke surabaya untuk liat tiket bus, untuk cari bus berarti harus ke terminal di surabaya - bungurasih sedangkan jarak mess ke surabaya itu termasuk jauh, tapi lagi2 jangan takut kita kan bawa supir (upsss lagi2 salah, maksudnya temen yang sangat baik hati yg bersedia untuk nganter2), dalam perjalanan menuju bungurasih rasa lapar kembali menghinggapi jadi mari kita makan dulu .. kali ini destination nya ke ayam goreng - ayam bakar, tempat nya enak dan seger karena untuk menuju kesana lewat daerah persawahan ... jadi suasananya pas bangat dan lesehan gitu. disana kita pesan Ayam Goreng satu ekor untuk berempat, tapi yang paling mengejutkan gelasnya besar2 bangat dan minumannya itu tradisonal minum Beras Kencur sama Asam beneran (lupa apa namanya) ;p.

7. TERMINAL BUNGUR ASIH – SURABAYA
Sesampai disana langsung aja beli tiket, dapat yang perginya jam 10 (paling malam), supirnya bilang dia akan jemput kita jam 9 di daerah Bunderan Gempol.
Karena waktu yang lumayan lama juga untuk sampai jam 9, sekarang baru jam 6 akhirnya keliling surabaya bentar dan rencana mau makan lagi (ckckckck ini perut apa perut ;p). Harga tiket busnya Rp. 140.000,.
Akhirnya diputuskan untuk cari cemilan aja, jadi kita makan di daerah ........

8. TAMAN DAYU - PANDAAN
Tempatnya cozy bangat untuk nongkrong, banyak warung-warung kecil yang jualan makanan kecil (sekedar cemilan) sampai besar (contoh Bakso), ada serabi, teh susu .. macem2.
Tapi apa yang terjadi baru kita pesan makanan abang supirnya telepon kalo mereka dah mau jalan dari bungurasih (gileeeee kita kan belum packing, langsung terjadi kepanikan sesaat, jadi makanan langsung di teguk langsung aja, gak di kunyah lagi walau masih sempat foto beberapa kali ... hahaha).

Sampai di mess kita langsung packing, dan ini akan jadi perjumpaan terakhir dengan mess gempol. Jadinya sempetin foto lagi dulu ;p

9. BUNDARAN GEMPOL
Nunggu ... nunggu ... nunggu .. nunggu busss ahhh ....
Jam 9 pas di jemput nih langsung ambil posisi menuju BALI ..

BALI .... Wait 4 Us !!!, cerita disurabaya belum berakhir sih karena masih ada cerita

9. PAITON - KOMPLEKS PEMBANGKIT LISTRIK
Dalam perjalanan menuju ketapang (tempat penyebrangan menuju bali), kita ngelewatin paiton .. paiton itu lebih terkenal sebagai nama pembangkit listrik, tapi sebenarnya paiton itu adalah nama daerah, Paiton terletak di tepi pantai utara provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di utara, Kecamatan Kraksaan di sebelah barat, serta Kabupaten Situbondo di sisi Timur.

Disini sangking besarnya disebut dengan kompleks Pembangkit Listrik, terdapat 8 pembangkit. Dimalam hari bener2 bagus pemandangannya ngeliat lampu-lampu menyala disekitar pembangkit listrik ini dan bener2 besar bangat kayaknya sepanjang jalan cuman ngeliat pembangkit listrik ini doang.
Didaerah ini juga kami berhenti untuk makan tengah malam ;p sekitar jam 12-an bus berhenti untuk makan dulu (dah termasuk makan, biaya bus nya).

10. PENYEBRANGAN KETAPANG
Sekitar Jam 3-4 sebenarnya dah nyampe di ketapang, tapi pelabuhan masih ditutup, jadi nunggu sampai jam 7 pagi baru bisa masuk ke dermaga.
Jam 7 pagi kita mulai menyebrang ternyata gak perlu makan waktu lama kayaknya cuman setengah jam deh atau nggak nyampe setengah jam yah, dah turun lagi karena dah sampai di BALI.




Jadi segitu aja cerita tentang keliling Jawa Timur Nya, jadi kurang edisi di Bali dan Gunung Bromo.

Viva Vacation ...


Summary Biaya Perjalanan :
Tiket Pesawat Jakarta – Surabaya : @ Rp. 374.000,.
Makan Selama 2 Hari : @ Rp. 100.000,,
Tiket Kebali : @ Rp. 140.000,.
Bayar Bensin Mobil : @ Rp. 50.000,.

Total untuk biaya di Surabaya termasuk tiket keberangkatan per orang kena Rp. 500.000,.


CU On Next Trip

[+/-] Selengkapnya...

Paket Wisata Murah